cbb1054fm.com

flickr facebook twitter digg stumbleupon feed

Sponsor Program Radio CBB

  • 001. haiping langsing.jpg
  • 002. kecap sedap.png
  • 003. mie sukses.jpg
  • 004. teh javana.jpg
  • 005. herbamon 4 tablet 161014.jpg
  • 006. hanger tenaga x 135 x 129 2.jpg
  • 007. pilkita 2 tablet.jpg
  • 008. soman.jpg
  • 0010. fresh care.jpg
  • 0011. kalpanax.jpg
  • 0012. ubm3.png
  • 0013. bio7.png
  • 0014. al dawa.jpg
  • uhamka.png

Demo Category

Cita Citata Tak Takut ke Papua Meski Dinilai Telah Hina Orang Papua

Rencana pedangdut Cita Citata (20) mengunjungi Papuasebagai bentuk permintaan maafnya langsung di depan warga wilayah paling timur Indonesia itu tampaknya hanya akan sia-sia.

Meski ada ancaman pencekalan dan belum memastikan kedatangannya, Cita tidak takut dan tetap datang ke Papua. Saya akan datang kalau ada kesempatan dan meminta maaf langsung. Nggak hanya bertemu kepala sukunya saja, tapi semua warga Papua. Saya ingin bertegur sapa dan menghibur," kata Cita.

Penyanyi lagu Sakitnya Tuh Di Sini itu sebelumnya sudah meminta maaf ke tiga perwakilan warga Papua di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/2) siang. Ketiga perwakilan warga Papua adalah Pegi Patipi, Wiliam Wandi dan Roberto Row.

Menurut Cita, kedatangannya ke Papua sebagai bentuk niat baik. Cita menerima kesalahannya dan minta maaf.

"Kalau niatnya baik, kenapa takut (ke Papua). Saya tulus minta maaf. Saya percaya warga Papua itu penuh kasih dan sayang terhadap sesama," kata Cita.

"Saya yakin mereka mau memaafkan saya," lanjut Cita.

Kalau dicekal warga di Papua, Cita mengatakan, hal itu tentu menyulitkannya untuk bisa meminta maaf secara langsung. "Makanya harus dicabut (pencekalan itu)," tambah Sandy Arifin, pengacara Cita yang mendampingi kliennya bertemu perwakilan warga Papua.

Sandy menuturkan, Cita tetap harus menerima risiko seburuk apapun jika benar akan minta maaf dan datang menghibur warga Papua.

"Apapun risikonya, Cita akan tetap meminta maaf langsung didepan warga Papua meski ucapan itu tidak di sengaja," ucap Sandy.