Headlines:

cbb1054fm.com

flickr facebook twitter digg stumbleupon feed

Sponsor Program Radio CBB

  • 001. haiping langsing.jpg
  • 002. kecap sedap.png
  • 003. mie sukses.jpg
  • 004. teh javana.jpg
  • 005. herbamon 4 tablet 161014.jpg
  • 006. hanger tenaga x 135 x 129 2.jpg
  • 007. pilkita 2 tablet.jpg
  • 008. soman.jpg
  • 0010. fresh care.jpg
  • 0011. kalpanax.jpg
  • 0012. ubm3.png
  • 0013. bio7.png
  • 0014. al dawa.jpg
  • uhamka.png

Demo Category

Panglima TNI : TNI Siap Digerakkan dan Tidak Mengenal Kata Gagal

 

 

CBBNEWS, JAKARTA- Organisasi militer berbeda dengan organisasi lainnya karena yang diutamakan adalah kesatuan komando, mulai Presiden sebagai Panglima Tertinggi, Panglima TNI, Kepala Staf dan Kotamaops mempunyai garis komando yang jelas dan tegas.

 

“Jadi jangan ragukan TNI, kapanpun TNI siap digerakkan dan tidak mengenal kata gagal dalam menjalankan tugas karena kalau gagal negara ini akan hancur,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan sambutan pada acara buka puasa bersama ribuan Prajurit dan PNS Mabes TNI dan Angkatan, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, masyarakat dan Anak Yatim Piatu, bertempat Lapangan Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/6/2017).

 

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengucapkan terima kasih kepada Presiden Ir. Joko Widodo yang telah mengunjungi satuan-satuan TNI di seluruh tanah air dan latihan-latihan TNI.  “Bahkan Bapak Presiden  telah hadir 4 kali di Natuna dan yang terakhir Latihan  PPRC TNI beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.

 

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan atas nama Prajurit dan PNS TNI juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden karena telah memberikan gaji ke 14 yang sudah diterima 57 % mulai Jumat kemarin.   “Untuk Mabes TNI, tidak saya berikan sebelum tempat terpencil atau perbatasan menerima. Dengan demikian Bapak Presiden jangan meragukan moril prajurit TNI yang tetap tinggi,” katanya.

 

Pada akhir sambutannya, Panglima TNI melaporkan kepada Presiden RI bahwa pada tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017 (17 17 17), TNI bersama masyarakat akan mengadakan doa bersama di seluruh Markas TNI di tanah air.  “Para Hafiz Quran akan khataman Al-quran dan bagi yang beragama Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu berdoa bersama selama satu jam mulai dari pukul 17.00 s.d. 18.00 sesuai dengan waktu setempat masing-masing,” ujarnya.  

 

“Doa bersama sebagai bentuk implementasi konkrit Pancasila pada awal Proklamasi sebagaimana yang diamanatkan Presiden RI Ir. Joko Widodo pada Penetapan  Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni 2017 yang lalu,” ucap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. 

 

Sementara itu, menjawab pertanyaan awak media tentang keterlibatan TNI dalam RUU Teroris, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, TNI adalah aparatur negara yang patuh kepada hukum, apapun yang sudah ditetapkan menjadi Undang-Undang, pasti akan dipatuhi karena Undang-Undang bagi prajurit TNI sebagai Panglima.

 

Lebih lanjut Panglima TNI juga mengingatkan bahwa, yang menyatukan perjuangan seluruh nusantara selama ratusan tahun tidak pernah berhasil karena bersifat kedaerahan dan yang pertama kali sadar adalah para pemuda. “Maka pemudalah yang melahirkan Sumpah Pemuda, jadi pemuda bertanggung jawab atas masa depan bangsa Indonesia,” tandasnya.

 

Ketua Umum MUI Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin selaku penceramah menyampaikan bahwa, sebagai bangsa Indonesia marilah kita selalu bersyukur kepada Allah SWT karena Indonesia memiliki Pancasila. Dengan Pancasila, bangsa Indonesia yang beragam suku bangsa, agama dan ras dapat disatukan dalam bingkai ke-Bhinneka-an dan ke-Indonesia-an yang harmoni.

 

“Kita bersyukur memiliki tokoh seperti Bung Karno yang dengan cerdas dapat merumuskan Pancasila, tanpa pancasila tidak ada NKRI. Dalam prespektif Islam, Indonesia adalah negara damai, bukan Darul Islam (bukan negara Islam), bukan Darul Kuffar (bukan negara kafir), tetapi negara kesepakatan antar seluruh suku bangsa, antar seluruh agama, saling berjanji untuk hidup secara damai, saling mencintai dan menyayangi serta saling menolong,” ucap KH. Ma’ruf Amin. Kg

Training Quantum Excellence ESQ 165 Menjawab Tantangan VUCA

CBBNEWS, JAKARTA- Dalam beberapa tahun belakangan masyarakat dihadapkan oleh suatu tantangan besar yang harus dihadapi yaitu era Vuka atau yang juga dikenal sebagai era destruktif.

Read more...

Mudik Gratis Sidomuncul ke-28 kali Bagi Pedagang Jamu Se-jabodetabek tahun 2017

 

CBBNEWS, JAKARTA- Bicara tentang mudik gratis masyarakat pasti identik dengan sidomuncul yang merupakan pelopor mudik gratis sejak tahun 1991.
Seperti tahun-tahun sebelumnya Sabtu 17 Juni 2017 PT Industri jamu dan farmasi Sido Muncul Tbk kembali menyelenggarakan mudik gratis bagi para pedagang jamu se-jabodetabek.
Pada penyelenggaraan mudik ke 28 kalinya ini sidomuncul akan memberangkatkan 15.000 pemudik menggunakan dengan 260 bus ke 7 Kota tujuan yaitu Cirebon, Kuningan Tegal, Banjarnegara, Solo, Wonogiri dan Jogjakarta.
Sebanyak 160 bus akan diberangkatkan dari area Museum Purna Bhakti Pertiwi Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur dan bus lainnya akan diberangkatkan dari Sukabumi Bandung Tangerang Cilegon Serang Cikampek Bogor dan Cibinong.
Para pemudik yang diberangkatkan dari Jakarta akan dilepas oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Doktor Insinyur Siti Nurbaya Bakar MSC, Gubernur provinsi DKI Jakarta Drs Haji Djarot Saiful Hidayat MS, Direktur Jenderal Perhubungan laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Ir. Antonius Tonny Budiono M.M, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Sugiharjo, Kepala BPOM RI Dr Ir. Venica Lukito MCP, Kepala Deputi bidang pengawasan obat tradisional kosmetik dan produk komplemen BPOM RI Drs Andri Dwi Sampurno MSI APT, Walikota administrasi Jakarta Timur Drs Bambang musyawardana MSI, Direktur Utama PT Sido Muncul Tbk Jonata Sofyan Hidayat dan direktur PT Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat. Mudik Gratis Sido Muncul pertama kali dilaksanakan pada tahun 1991 di lapangan Parkir Timur Senayan dengan menggunakan 17 bus diikuti oleh 1200 pedagang jamu, namun beberapa tahun terakhir beserta mudik bukan hanya para pedagang jamu ataupun jamu gendong tetapi juga para pedagang asongan dan pembantu rumah tangga.
Direktur Utama PT Sido Muncul Tbk Jonata Sofyan Hidayat mengatakan bahwa sebagai perusahaan yang mempelopori kegiatan mudik gratis sejak1991, Sidomuncul telah memberangkatkan sebanyak kurang lebih 332.400 pemudik yang merupakan pedagang jamu dan keluarganya,

"Tahun ini jumlah peserta mudik gratis sidomuncul berkurang dibandingkan tahun lalu. Hal ini dikarenakan ekonomi pedagang jamu membaik dan makin banyaknya perusahaan atau institusi yang menyelenggarakan mudik gratis" ujar Irwan Hidayat.

Ide mudik gratis ini adalah dari adik saya Jonathan Sofyan Hidayat yang sekarang menjabat sebagai Direktur Utama selama 3 tahun dari tahun 1991 sampai 1993, kegiatan mudik dilakukan secara sederhana dan tidak ada pejabat pemerintah yang melepas para pemudik lanjut Irwan Hidayat.
Saat itu yang mewakili direksi untuk melepas para pemudik adalah marketing Manager Kris Irawan, padahal menurut Irwan Hidayat mudik gratis sidomuncul ini adalah acara yang bagus sehingga Sangat disayangkan jika tidak dikelola dan dipublikasikan dengan baik oleh karena itu pada 1994 Sidomuncul menyelenggarakan mudik gratis secara terkonsep dan optimal. Dengan memberikan hiburan bagi para pemudik mempromosikan produk produk Sido Muncul pada mengundang pejabat untuk melepas keberangkatan serta mempublikasikan kegiatan mudik gratis dengan pedagang jamu. Bahkan yang dirasakan seluruh keluarga besar Sido Muncul bisa menyelenggarakan mudik gratis selama 28 kali adalah sebuah mukjizat.
Selamat hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah Mohon maaf lahir batin tambah Irwan Hidayat. Kg

Dirjen PAUD Berharap Forum LKP Menjadi Lokomotif Masa Depan Cemerlang

CBBNEWS, JAKARTA- Ditengah krisis ekonomi seperti sekarang, kursus atau pun lembaga pendidikan ketrampilan barangkali harus lebih dikedepankan. Kegiatan kursus bukan hanya memberi harapan pada anak putus sekolah yang sulit mencari kerja tetapi juga memberikan jalan bagi banyaknya jumlah lulusan SLTA yang tak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sehingga lembaga kursus selalu mendapat tempat.

Ditangan para pengelolanya, lembaga pendidikan ini bisa bergerak cepat mengikuti irama perkembangan dan tuntutan yang terjadi di masyarakat. ujar Ketua Umum DPP Forum Penyelenggara Lembaga Kursus dan Pelatihan, H. Ali Badaruddin saat acara Pelantikan dan Pengukuhan Ketua Umum serta Anggota Pengurus DPP Forum PLKP oleh Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat di Aula Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta (15/6).

Begitu cepatnya antisipasi yang dilakukan para penyelenggara kursus atas tuntutan masyarakat, sangat boleh jadi, lembaga pendidikan nonformal ini tidak begitu berat terkena pukulan akibat krisis ekonomi. Menurut owner lembaga kursus LPIA ini, lulusan SLTA yang akan memasuki Perguruan Tinggi (PT) perlu berpikir ulang. Baik itu mengenai biaya pun lama waktu belajar yang harus ditempuh. Apalagi, setelah selesai kuliah, para lulusan sarjana pun belum tentu mudah mendapatkan pekerjaan. tegas Ali berharap kerjasama antar lembaga Forum LKP dengan Pemerintah Cq. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat menjadi lebih strategis kedepannya.

Kepada Lembaga Kursus dan Pelatihan dilakukan satu pola penjaminan mutu yang mengacu kepada sistem penjaminan mutu pendidikan nasional yang termuat dalam Undang Undangl Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Antara lain meliputi Evaluasi, Akreditasi, dan Sertifikasi.

Evaluasi dan Akreditasi dilakukan terhadap satuan pendidikannya dalam hal ini adalah lembaga kursus dan pelatihannya, untuk sertifikasi dilakukan kepada SDM nya, meliputi: Pengelola, Pendidik, dan peserta didiknya. Evaluasi dilakukan oleh pemerintah berupa evaluasi kinerja, akreditasi untuk mengukur kelayakan yang dilakukan oleh Ban-PNF, dan sertifikasi dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi yang di bentuk oleh asosiasi profesi dan ditetapkan oleh pemerintah. Kedepan, Forum LKP diberi tugas oleh Ir. Harris Iskandar, PhD Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud agar berupaya menjadi Lokomotif masa depan cemerlang untuk memberi jalan keluar bagi generasi yang putus sekolah atau mereka yang tidak dapat melanjutkan kejenjang PT.

Perlu diketahui, saat ini Forum LKP memiliki hampir dua puluh ribu anggota tersebar diseluruh Indonesia. Peran strategis Forum LKP dapat menjadi pemicu dan perhatian terhadap stakeholders pun pemerintah. Meskipun terlalu dini, Forum LKP bertekad akan membangun jejaring kemitraan dalam tolok ukur pekerjaan yang layak bagi Alumni nya. Kg