Headlines:

cbb1054fm.com

flickr facebook twitter digg stumbleupon feed

Sponsor Program Radio CBB

  • 001. haiping langsing.jpg
  • 002. kecap sedap.png
  • 003. mie sukses.jpg
  • 004. teh javana.jpg
  • 005. herbamon 4 tablet 161014.jpg
  • 006. hanger tenaga x 135 x 129 2.jpg
  • 007. pilkita 2 tablet.jpg
  • 008. soman.jpg
  • 0010. fresh care.jpg
  • 0011. kalpanax.jpg
  • 0012. ubm3.png
  • 0013. bio7.png
  • 0014. al dawa.jpg
  • uhamka.png

Demo Category

Tok! Hakim Agung Gayus Lumbuun Genapkan Vonis Mati ke-13

Jakarta Cbbnews - Hakim agung Gayus Lumbuun menggenapkan vonis mati ketigabelasnya kepada sepasang pembunuh sadis, Rama Yudha dan Saeful Munir. Sebelumnya, Rama dan Saeful hanya dihukum seumur hidup.

Hakim Agung

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, Senin (24/8/2015), kasus bermula saat Ahmad Nurul, Munir, Yudha dan Asrani nongkrong di Jalan RE Martadinata, Banjarmasin pada 30 Agustus 2014 dini hari. Mereka bersepakat membunuh Mugeni, Ridwan, Taslim dan Armadani karena tidak suka diejek. Menggunakan dua sepeda motor dan membawa parang, mereka lalu mencari para korban.

Mereka mendapati empat korban tengah duduk-duduk di tepi jalan dan tanpa banyak cingcong, pelaku lalu menghampiri mereka. Parang langsung dikeluarkan dan menghujamkan ke tubuh korban. Para korban lalu berlarian tetapi pelaku malah makin beringas dan mengejar mereka di keremangan malam. Satu per satu tubuh korban dibacok hingga keempatnya meninggal dunia di tempat.

Paginya, warga Banjarmasin gempar. Polisi langsung mengejar para pelaku dan satu per satu berhasil dibekuk. Adapun Asrani masih buron. Tiga orang yang dibekuk itu lalu diadili dengan berkas terpisah.

Yudha dan Munir dituntut hukuman mati oleh jaksa. Namun Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin masih memberi ampun dan memberikan hukuman penjara seumur hidup pada keduanya pada 18 Februari 2015. Vonis ini lalu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Banjarmasin.

Atas vonis ini, jaksa tidak terima dan mengajukan kasasi dengan permohonan tetap yaitu Yudha dan Munir untuk dihukum mati. Gayung bersambut yaitu MA mengabulkan permohonan tersebut. 

Majelis kasasi yang diketui hakim agung Timur Manurung dengan anggota Dr Dudu Duswara dan Prof Dr Gayus Lumbuun memperberat hukuman Yudha dan Munir menjadi hukuman mati. Vonis ini diketok pada 18 Agustus lalu.

Khusus untuk Gayus, ini merupakan hukuman mati ke-13 yang dijatuhkannya. Di hari yang sama, Gayus dengan majelis tersebut juga menjatuhkan hukuman mati terhadap Delfi, pembunuh dan pemutilasi 7 orang (6 di antaranya anak-anak) dengan tujuan untuk ilmu hitam. 13 Orang yang dihukum mati oleh Gayus Lumbuun semuanya adalah pelaku pembunuhan kelas berat seperti Ryan, Babeh, Prada Mart, Wawan hingga Pastur Herman.

Sumber: detiknews.com. KG