cbb1054fm.com

flickr facebook twitter digg stumbleupon feed

Sponsor Program Radio CBB

  • 001. haiping langsing.jpg
  • 002. kecap sedap.png
  • 003. mie sukses.jpg
  • 004. teh javana.jpg
  • 005. herbamon 4 tablet 161014.jpg
  • 006. hanger tenaga x 135 x 129 2.jpg
  • 007. pilkita 2 tablet.jpg
  • 008. soman.jpg
  • 0010. fresh care.jpg
  • 0011. kalpanax.jpg
  • 0012. ubm3.png
  • 0013. bio7.png
  • 0014. al dawa.jpg
  • uhamka.png

Demo Category

Kado untuk Gubernur DKI, SMPN 49 Kramat Jati Ditunjuk Sebagai Duta Sekolah Ramah Anak

CBBNews, JAKARTA- Sekolah Ramah Anak adalah sekolah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab. Prinsip utamanya, ujar Agus Wiryanto Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP & PA), adalah non diskriminasi kepentingan, hak hidup serta penghargaan terhadap anak. "Salah satu butir tuntutan anak Indonesia ke pemerintah di Kongres Anak Indonesia 2016 di Mataram Jadikan sekolah dan kurikulum kami (anak-red) ramah anak sampai ke daerah pelosok," ini landasannya.

 

Nah, simak Undang Undang yang menjadi dasarnya, antara lain yaitu: 1) Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 20013 Pasal 1: “Pemenuhan Hak Pendidikan Anak adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik pada usia anak secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”. Ke 2, Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 pasal 4 tentang perlindungan anak berbunyi: “Menyebutkan bahwa anak mempunyai hak untuk dapat hidup tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Disebutkan di atas salah satunya adalah berpartisipasi yang dijabarkan sebagai hak untuk berpendapat dan didengarkan suaranya.”

Kepala Sekolah SMPN 49 Kramat Jati, Jakarta Timur, H. Imam Santoso mengakui senang mendengar kali pertama ditunjuk sebagai Duta Sekolah Ramah Anak oleh Kementerian PP & PA. Bangga ya, apalagi sekolah satu satunya di Jakarta Timur yang terpilih. "Ini merupakan prestasi luar biasa. Kami, guru pendidik, orangtua siswa, bersama perangkat sekolah akan merawat dan menjaga nama baik SMPN 49 Jakarta. Ini kado HUT meskipun baru tahun depan kami akan merayakannya," ungkap Imam rasa terharu didampingi para guru dan komite sekolah (6/12).

Disisi psikologi anak, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Miss ERLINDA menjelaskan, komponen sekolah mulai kepala sekolah, guru pengajar, staf, pegawai dan penjaga sekolah memiliki peran penting dalam menjaga dan merawat siswa-siswi dari sikap dan praktek bullying. Peran mereka (yang disebutkan tadi) menjadi contoh bagi anak dalam bersikap dikeseharian selama waktu sekolah. "Tak lupa orangtua dirumah ikut bertanggungjawab atas kenyamanan anak bersekolah. Itu semua cermin bagi anak-anak dalam menjalankan peran selaku anak," terang Erlinda yang diketahui pernah mengajar mata pelajaran TIK (Teknologi, Informasi, Komunikasi) selama 3 tahun di SMPN 49. Ia juga dikenal salah satu perempuan penggerak pemberdayaan keluarga di Syarikat Islam sejak tahun 1999. Erlinda memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti TV, media cetak/online sebagai salah satu strategi mengedukasi serta sosialisasi perlindungan anak, sehingga menjadikan lembaga Komisi Perlindungan Anak Indonesia dipercaya ditengah masyarakat. *Arse Pane (F-PLKP).

Pin It